Keutamaan Berbuat Baik Kepada Kedua Orang Tua

LDII | PAC NGARESREJO - Melanjutkan postingan sebelumnya tentang kewajiban berbuat baik kepada kedua orang tua, kali ini saya akan membahas tentang beberapa keutamaan berbuat baik kepada kedua orang tua.
Seperti yang telah diuraikan sebelumnya, kita tau bahwa berbuat baik kepada kedua orang tua itu adalah suatu kewajiban yang telah diperintahkan oleh Allah SWT kepada kita sebagai anak. Dengan berbuat baik kepada kedua orang tua, Allah memberikan keutamaan/ kefadlolan yang sangat besar, diantaranya :
1. Berpahala besar yang membandingi pahala jihad fi sabilillah

Berbuat baik kepada kedua orang tua akan mendapat pahala yang sangat besar yang dapat membandingi pahala Jihad fi-sabilillah, sebagaimana sabda Nabi Muhammad SAW :
   عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ مَسْعُودٍ قَال سَأَلْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَيُّ الْعَمَلِ أَفْضَلُ قَالَ الصَّلَاةُ لِوَقْتِهَا قَالَ قُلْتُ ثُمَّ أَيٌّ قَالَ بِرُّ الْوَالِدَيْنِ قَالَ قُلْتُ ثُمَّ أَيٌّ قَالَ الْجِهَادُ فِي سَبِيلِ اللَّهِ  
(رواه مسلم)

Dari Abdullah Bin Mas'ud berkata: Aku bertanya kepada Nabi SAW, "Manakah amal-amal yang paling utama?" Nabi menjawab, "Shalat pada waktunya." Aku bertanya lagi, "Kemudian apa Nabi?", Nabi menjawab, "Berbuat baik kepada kedua orang tua". Aku bertanya lagi, "Kemudian apa Nabi?" Nabi menjawab, "Jihad didalam Agamanya Allah"
2. Amal Baiknya diterima dan dosa-dosanya terampuni

Orang yang bisa berbuat baik kepada kedua orang tuanya, mengenang jasa-jasanya serta selalu berdo'a untuk kebaikan kedua orang tuanya maka amal baiknya akan diterima oleh Allah dan dosa-dosanya akan diampuni oleh Allah, sebagaimana Allah telah berfirman :

وَوَصَّيْنَا الْإِنْسَانَ بِوَالِدَيْهِ إِحْسَانًا حَمَلَتْهُ أُمُّهُ كُرْهًا وَوَضَعَتْهُ كُرْهًا وَحَمْلُهُ وَفِصَالُهُ ثَلَاثُونَ شَهْرًا حَتَّى إِذَا بَلَغَ أَشُدَّهُ وَبَلَغَ أَرْبَعِينَ سَنَةً قَالَ رَبِّ أَوْزِعْنِي أَنْ أَشْكُرَ نِعْمَتَكَ الَّتِي أَنْعَمْتَ عَلَيَّ وَعَلَى وَالِدَيَّ وَأَنْ أَعْمَلَ صَالِحًا تَرْضَاهُ وَأَصْلِحْ لِي فِي ذُرِّيَّتِي إِنِّي تُبْتُ إِلَيْكَ وَإِنِّي مِنَ الْمُسْلِمِينَ ، أُولَئِكَ الَّذِينَ نَتَقَبَّلُ عَنْهُمْ أَحْسَنَ مَا عَمِلُوا وَنَتَجاوَزُ عَنْ سَيِّئَاتِهِمْ فِي أَصْحَابِ الْجَنَّةِ وَعْدَ الصِّدْقِ الَّذِي كَانُوا يُوعَدُونَ 
سورة الأحقاف ١٥-١٦
Kami perintahkan kepada manusia supaya berbuat dengan sungguh-sungguh kepada kedua orang tuanya, ibunya mengandung dengan susah payah, dan melahirkan dengan susah payah juga. mengandung sampai menyapihnya sampai 30 bulan, sehingga apabila dia telah dewasa dan umurnya sampai 40 tahun ia Berdo'a " Ya Tuhanku tunjukanlah aku untuk mensyukuri nikmat yang telah engkau berikan kepadaku dan kepada kedua orang tuaku, dan supaya aku dapat beramal yang shaleh yang engkau ridlai, dan berikanlah kebaikan kepadaku didalam anak turunku. sesungguhnya aku bertaubat kepadamu dan sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang berserah diri" , Mereka itulah orang-orang yang kami terima amal baiknya dan kami ampuni kesalahan-kesalahan mereka bersama penghuni-penghuni surga. sebagai janji yang benar yang telah dijanjikan kepada mereka.
3. Mendapat keridlaan dari Allah

Sebagai manusia tentunya kita ingin jika hidup di dunia bisa barokah, selalu mendapat pertolongan dari Allah. maka hal ini bisa terwujud apabila kedua orang tua kita juga meridlai kepada kita, karena jelas bahwa ridla allah itu atas ridlanya orang tua, sebagaimana Nabi Bersabda : 

عَنْ أَبِيهِ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَمْرٍو عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ رِضَى الرَّبِّ فِي رِضَى الْوَالِدِ وَسَخَطُ الرَّبِّ فِي سَخَطِ الْوَالِد 
(رواه الترمذي)
Dari Abdullah bin Amr, dari Rasululloh SAW Bersabda, "Keridlaan Allah ada pada keridlaan orang tua dan kemurkaan Allah ada pada kemurkaan orang tua"
4. Menjadi perantara terkabulnya Do'a

Terkadang kita tidak tahu kapan kita akan mengalami kesulitandan bahkan tidak tahu bagaimana menemukan jalan keluarnya. Disaat-saat seperti itulah kita sangat berharap Allah segera menurunkan pertolongan-Nya, seperti penggalan kisah yang dikisahkan didalam Hadits Bukhari tentang 3 orang yang terperangkap didalam gua, yang artinya sebagai berikut :
Dari Abdullah Bin Umar, dari Rasulullah SAW, beliau bersabda: pada suatu hari ada tiga orang bejalan, lalu kehujanan. mereka berteduh pada sebuah gua di kaki gunung. ketika mereka ada didalamnya, tiba-tiba sebuah batu besar runtuh dan menutupi pintu gua tersebut.
Sebagian mereka berkata pada yang lain : "Ingatlah amal terbaik yang pernah kalian lakukan, maka memohonlah kepada Allah melalui amal tersebut, dengan harapan Allah menghilangkan kesulitan kita". Maka salah satu diantara mereka berkata, "Ya Allah sesungguhnya aku mempunyai kedua orang tua yang sudah lanjut usia, aku juga mempunyai istri dan anak-anak yang masih kecil.
Keseharianku menggembala kambing, ketika pulang kerumah aku selalu memerah susu dan memberikannya kepada kedua orang tuaku sebelum orang lain. Suatu hari aku harus berjalan jauh untuk mencari kayu bakar dan mencari nafkah sehingga pulang telah larut malam dan aku dapati kedua orang tuaku sudah tertidur, lalu aku tetap memerah susu sebagaimana sebelumnya. 
Susu tersebut tetap aku pegang, lalu aku mendatangi keduanya namun keduanya masih tertidur pulas. Anak-anaku merengek-rengek menangis karena lapar (meminta susu) dan aku tidak memberikanya. aku tidak akan memberikan susu kepada siapapunsebelum susu yang aku perah ini aku berikan kepada kedua orang tuaku. kemudian aku tunggu sampai keduanya bangun, aku berikan susu ini kepada keduanya.
Setelah keduanya minum lalu aku memberikannya kepada anak-anaku. Ya Allah, jika perbuatan ini engkau anggap perbuatan yang baik yang aku kerjakan karena Engkau Ya Allah, maka bukakanlah sehingga aku bisa melihat langit". maka seketika itu batu besar yang menutupi gua pun bergeser. 
Ini menunjukan bahwa perbuatan berbakti kepada kedua orang tua yang pernah kita lakukan, dapat digunakan sebagai perantara terkabulnya do'a ketika kita mengalami kesulitan, insya Allah kesulitan tersebut akan hilang dengan seizin Allah. 
Terlebih lagi memang orang tua termasuk tiga golongan yang do'anya dikabulkan oleh Allah, sebagaimana diterangkan dalam riwayat hadits : 

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ثَلَاثُ دَعَوَاتٍ مُسْتَجَابَاتٌ لَا شَكَّ فِيهِنَّ دَعْوَةُ الْمَظْلُومِ وَدَعْوَةُ الْمُسَافِرِ وَدَعْوَةُ الْوَالِدِ عَلَى وَلَدِهِ
(رواه الترمذي)
5. Mempermudah masuk kedalam Surga
Ada jaminan seseorang bisa masuk kedalam surga sebab berbuat baik kepada kedua orang tua, sebagaimana diterangkan dalam hadits berikut : 

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ رَغِمَ أَنْفُ ثُمَّ رَغِمَ أَنْفُ ثُمَّ رَغِمَ أَنْفُ قِيلَ مَنْ يَا رَسُولَ اللَّهِ قَالَ مَنْ أَدْرَكَ أَبَوَيْهِ عِنْدَ الْكِبَرِ أَحَدَهُمَا أَوْ كِلَيْهِمَا فَلَمْ يَدْخُلْ الْجَنَّةَ
(رواه مسلم)
Dari Abu Hurairah RA, dia berkata: Dari Nabi SAW bersabda :  Celakalah dia, celakalah dia, celakalah dia. " Rasulullah SAW ditanya, "Siapa wahai Rasululloh?", Rasulullah SAW bersabda: "Orang yang menjumpai salah satu atau kedua orang tuanyadalam usia lanjut kemudian dia tidak masuk surga"
Orang yang bisa taat kepda kedua orang tuanya oleh Allah sudah dibukakan pintu surga untuknya, seperti diterangkan dalam sebuah hadits berikut ini : 

عَنِ ابْنِ عَبَاسٍ قَالَ : قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَى اللهُ عَلَيْهِ وَ سَلَم مَنْ أَصْبَحَ مُطِيْعًا فِي وَالِدَيْهَ أَصْبَحَ لَهُ بَابَانِ مَفْتُوْحَانِ مِنَ الْجَنَّةِ وَ إِنْ كَانَ وَاحِدًا فَوَاحِدًا   الحديث 
(رواه البيحقي في شعب الإيمان)
Dari Ibni Abas, dia berkata : Rasululloh SAW Bersabda, "Barang siapa di waktu pagi keadaan orang yang taat pada orang tuanya, maka di pagi itu dua pintu surga dibukakan untuknya, jika orang tuanya satu maka satu pintu yang terbuka"
Itulah beberapa keutamaan / kefadlalan yang diberikan Allah kepada orang iman yang bisa berbuat baik kepada orang tuanya. Semoga Allah paring manfaat dan barokah. (asp)

Posting Komentar

Designed by OddThemes | Distributed By Gooyaabi Templates