ads

-

Slider[Style1]

Style2

Style3[OneLeft]

Style3[OneRight]

Style4

Style5

Sistem Pembelajaran LDII - Keistimewaan LDII dalam memberikan pembelajaran kepada para santri-sanriwati di Ponpes Wali Barokah Kediri dan Ponpes Gadingmangu Jombang menerapkan sistem pembelajaran modul dan klasik.

Dalam kunjungan ulama Medan beserta wartawan Skala ke Ponpes Wali Barokah Kediri, rombongan mendapat banyak informasi.

Dalam penyampaian tentang sistem pembelajaran di Ponpes Wali Barokah Kediri, H Kholil Ansyari seorang guru di Ponpes itu yang belajar ilmu agama di Mekkah, Arab Saudi selama 10 tahun kepada rombongan ulama dari Medan memaparkan, Ponpes Wali Barokah yang dulunya bernama Ponpes LDII dirintis pada tahun 1951 oleh KH Nur Hasan Al-Ubaidah dan H Ahmad Ibrahim yang sekarang dipimpin H Sunarto MSi yang mengasuh 3.000 santri-santriwati merupakan Ponpes tradisional plus berupa diniyah Salafiyah.

Artinya, para santri selain diajarkan ilmu-ilmu agama, tetapi juga mendidik mereka menjadu da’i-daiyah yang andal. Sehigga, setiap bulan bisa menghasilkan 400 dai-daiyah yang siap diterjunkan berdakwah di seluruh PD dan PAC LDII se-Indonesia. Karena, mereka memiliki akhakulkarimah, alim dan terampil (Tri Sukses).

Program pendidikan yang dijalankan, lanjutnya, beranjak dari keperluan umat Islam untuk memperbaiki akidah, ilmu, amal, akhak dan muamalah. Sedangkan pembelajarannya tidak menerapkan tingkatan kelas 1 dan seterusnya. Namun, memberlakukan kelas khat, tafsir Alquran serta pengetesan terakhir untuk menjadi seorang muballigh-mubalighah.

“Jadi, mereka dipersiapkan untuk menjadi guru-guru mengaji dengan segmen terhadap orang-orang yang awam tentang agama. Karena itu, Ponpes ini lebih menonjolkan sistem modul dalam pembelajarannya,”katanya yang dalam pertemuan itu dihadiri segenap staf dan guru, termasuk Pimpinan Ponpes H Sunarto.

Sejumlah petinggi negara pernah hadir di Ponpes Wali Barokah Kediri ini. Di antaranya Menteri Dalam Negeri Rudini yang meresmikan Ponpes Wali Barokah pada tahun 1991. Tahun 2000 pembangunan Menara Agung “Asmaul Husna” Masjid Baitul A’la di lokasi Ponpes oleh Menteri Agama dan beberapa bulan kemudian diresmikan M Jusuf Kalla yang saat itu masih sebagai Menko Kesra.

Sumber : http://ldiisurabaya.org/sistem-pembelajaran-ldii/

About Al Qowiyyi

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.
«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar:

Post a Comment


Top