ads

-

Slider[Style1]

Style2

Style3[OneLeft]

Style3[OneRight]

Style4

Style5

Mensos Khofifah Kunjungi Ibu-Ibu LDII, Apa Saja yang Dikatakan?

LDII PAC NGARESREJO SIDOARJO - JATIM | Menteri Sosial Republik Indonesia, Dra. Hj. Khofifah Indar Parawansa hadir dalam Pengajian Ibu-Ibu dengan tema Peran Ibu dalam Meningkatkan Keharmonisan Rumah Tangga yang diselenggarakan oleh Dewan Pimpinan Daerah Lembaga Dakwah Islam Indonesia (DPD LDII) Kabupaten Sidoarjo di Pondok Al Barokah Sruni pada Sabtu, (19/08).

Peran kedua orang tua dalam mengatur tanggungjawab keluarga harus dibangun dengan pola pembagian tugas antara pihak ayah dan ibu. Hal ini penting dalam membangun jati diri si anak dalam tumbuh kembangnya di keluarga. Sehingga si anak dalam menghadapi perkembangan zaman yang serba dipengaruhi oleh faham hedonisme, konsumerisme, dan pragmatisme dapat dicegah. Mencegahnya pun harus dari dalam diri si anak tersebut. Karena tameng yang paling ampuh dalam melindungi dan menjaga pergaulan si anak yaitu pendidikan dalam keluarga. Setelah dididik dalam keluarga, anak perlu mendapat asupan rohani, artinya anak butuh pondasi yang kuat dalam penanaman dan penguatan dalam pembelajaran agama.kata Khofifah.

“Peran dari si ayah pun tak kalah pentingnya dengan peran si ibu. Selain menafkahi keluarga, peran ayah dalam keluarga pun harus bisa memberikan pendidikan moral, etika, dan agama kepada si anak. Pola asuh yang diberikan oleh si ibu juga harus berseiring dengan pola asuh si ayah, maka diperlukan pola komunikasi yang efektif antara anggota keluarga,” tandas Khofifah yang juga sebagai Ketua Muslimat NU.

Seiring berkembangnya zaman terutama teknologi informasi, tentunya terjadi dinamika dalam masyarakat. Bisa dari aspek sosial, budaya, dan ekonomi yang berbeda antara dulu dan sekarang. Bisa jadi kondisi rumah tangga dengan berbagai pengaruh dapat mengakibatkan perceraian. Akibatnya, anak akan menjadi korban dan akhirnya terlantar sebab kurangnya kasih sayang, perhatian, dan pendidikan moral dalam keluarga. Oleh karenanya, orang tua harus cerdas dalam menyikapi hal ini.

“Di samping itu, tingkat gugat cerai di Jawa Timur menjadi nomor satu di Indonesia, tambah Khofifah. Maka dari itu, seluruh pihak dalam hal ini organisasi masyarakat seperti LDII yang saya anggap konsisten dalam menjaga keutuhan dan keharmonisan rumah tangga di Warga LDII. Inilah yang patut kita pertahankan, budayakan, kembangkan, dan ajarkan kepada masyarakat luas agar pernikahan dalam sebuah rumah bisa sakinah, mawaddah, warahmah,” pesan Mensos RI terhadap ribuan orang ibu-ibu dari warga LDII Sidoarjo.

Khofifah menekankan pula, di balik kesuksesan laki-laki atau suami, selalu ada istri yang berbakti di dalam rumah tangga. Seorang istri akan senantiasa mendoakan kebaikan dan keberhasilan seorang suami dalam berbagai hal, misal karir, bisnis, ataupun dalam menjaga kondusifitas keluarga. Untuk itu, diperlukan kualitas seorang ibu yang dinamis, artinya mempunyai pemahaman agama yang kuat dan berwawasan tentang perkembangan zaman. Dapat dikatakan, menjadi masyarakat modern terlebih lagi ibu yang lulusan pondok pesantren atau muballighot yang telah menjadi sarjana akan jauh menjadi nilai tambah tersendiri.

Penulis : M. Fauzi Wibowo

Buka Pasanggirinas, Jokowi puji PB Persinas rawat warisan leluhur

LDII NGARESREJO | Presiden Joko Widodo (Jokowi) membuka Pasanggiri Nasional (Pasanggirinas) serta Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Tingkat Remaja Perguruan Pencak Silat Nasional (Persinas) ASAD Tahun 2017. Pembukaan ini dibalut dengan silaturahmi dengan ulama Pondok Pesantren Minhaajurrosyidin, Kelurahan Lubang Buaya, Jakarta Timur.

Saat memberikan sambutan, Jokowi mengapresiasi PB Persinas yang menggelar Pasanggirinas dan Kejurnas tersebut. Pagelaran ini dinilai memelihara tradisi warisan leluhur.

"Tradisi warisan leluhur kita, seni bela diri pencak silat," ucap Jokowi di Pondok Pesantren Minhaajurrosyidin, Selasa (8/8).

Jokowi menekankan, pencak silat adalah karakter bangsa Indonesia. Karakter ini harus terus dipupuk di tengah perubahan global terus meningkat.

Kejurnas Persinas pernah dibuka Jokowi beberapa tahun lalu, saat dia menjabat sebagai Wali Kota Solo. Ini kali kedua dia membuka Kejurnas Persinas.

"Sekarang hari ini saya membuka lagi tapi sudah judulnya ganti, bukan Wali Kota tapi sudah Presiden. Jadi presiden membuka Kejurnas remaja Persinas Asad di tahun 2017," katanya disambut tepuk tangan riuh.

Pasanggirinas serta Kejurnas Tingkat Remaja Persinas ASAD dihelat mulai 8 Agustus hingga 11 Agustus 2017. Pagelaran ini diinisiasi PB Persinas dengan mengikutsertakan 3.000 atlet silat dari 34 provinsi.

"Acara ini juga dihadiri 2.000 ulama yang berasal dari provinsi yang mengirim atlet mereka," ujar Sekretaris Umum PB Persinas ASAD, Teddy Suratmadji.

Kejuaraan ini merupakan perhelatan rutin guna melahirkan atlet-atlet muda di internal perguruan Persinas ASAD. Selain itu juga bertujuan untuk merawat warisan silat sebagai budaya leluhur bangsa Indonesia.

"Di seluruh Indonesia terdapat seni bela diri pencak silat yang khas. Warisan budaya ini harus dilestarikan dari generasi ke generasi," ucapnya. [noe]

sumber: merdeka.com

WUJUD SYUKUR DI HARI KEMERDEKAAN

Baliho warga LDII Ngaresrejo
LDII Ngaresrejo - LDII Jatim | Kemerdekaan Negara Republik Indonesia tidak diperoleh dengan cuma-cuma, tapi direbut dengan susah payah, berat dan sangat panjang jalan ceritanya dengan mengorbankan segalanya baik harta maupun nyawa taruhannya oleh pejuang sejati rakyat Indonesia.

Betapa beratnya rakyat Indonesia waktu itu, 350 tahun dijajah oleh Belanda dan Jepang. Harta benda, kekayaaan alam dikeruk, diambil, dibawa pulang ke negara mereka. Rakyat Indonesia diperbudak, dijadikan pekerja paksa untuk mengeruk kekayaaan bumi pertiwi.  Tak sedikit rakyat Indonesia yang mati karena perlakukan kasar sang penjajah.

Tiap hari rakyat Indonesia dipaksa bekerja tanpa upah tanpa makan dan minum dengan dijaga ketat oleh penjajah atau orang Indonesia sendiri yang jadi anteknya penjajah. Jika rakyat  tidak mau bekerja maka sudah otomatis siksa dihadapi dengan dicampuk, dipukul atau siksaan lainnya. Meskipun dalam keadaan lapar dan haus rakyat Indonesia dipaksa untuk tetap bekerja paksa.

350 tahun bukan waktu yang sedikit, Indonesia dijajah, kepedihan penderitaan datang silih berganti, hingga saatnya tiba, pemuda-pemuda dan tokoh Indonesa bersatu padu melawan penjajah. Doa restu dari ibu saat saat pamit berangkat berjuang menjadi dasar dari semangat pejuang untuk melangkah pergi berjuang.

Mereka berikrar biarlah hari ini berlumuran darah, asal suatu saat Indonesia bisa Merdeka. Senjata yang tidak lengkap dan tidak seimbang bukan penghalang bagi seorang pejuang sejati, senapan, meriam, bom tidak menjadikan takut, tapi menjadi pelecut semangat yang membara untuk lepas dari penjajah dengan teriakan Merdeka.

Hari demi hari perang gerilya dilakukan pejuang Indonesia, menyusuri sawah, kebun, hutan, melangka tegap tanpa sepatu, melintasi (barongan, carang) jadi santapan sehari-hari, dengan peralatan perang seadanya dari bambu runcing, ketepel atau apa saja yang bisa dijadikan senjata. Tidak ada yang menjamin makan apa, makan di mana, makan diberi siapa, yang penting terus berjuang. Jalan kaki berkilo-kilo meter adalah hal biasa yang dilakukan pejuang untuk pindah dari satu tempat ke tempat lainnya, mengejar, menghindar atau menyiasati agar tidak tertembak penjajah, sengaja tidak meliwati jalan desa agar tidak bertemu berpapasan lansung dengan Belanda.
Masjid Miftahul Huda Ngaresrejo

Hingga pada akhirnya titik puncak perjuangan rakyat Indoonesia tidak sia-sia, proklamasi kemerdekaan dikumandangkan oleh Soekarno Hatta pada 17 Agustus 1945 membahana ke seluruh dunia disiarkan oleh Radio Republik Indoesia, didengar rakyat Indoesia.

Sekali merdeka tetap merdeka, tak ada sejengkal pun untuk mundur,  tak kan dibiarkan sejengkal tanah lepas kembali ke tangan penjajah, karena penjajah tidak rela jika Indonesia merdeka, maka terjadilah perang pertama setelah kemerdekaan di Surabaya yang terkenal dengna peristiwa 10 November.

Begitu dahsyat dan hebatnya pejuang Indonesia merebut dan mempertahankan kemerdekaan Indonesia, maka kini saatnya sebagai rakyak Indonesia harus mau menyukuri atas jerih payah pejuang jaman dahulu, dengan mengisi kemerdekaan dengan hal yang baik. Saat Hari kemerdekaan memasang bendera merah putih di depan rumah, umbul-umbul atau menghias gapura. Seperti yang dilakukan warga LDII Desa Ngaresrejo Kecamatan Sukodono Kab. Sidoarjo Jatim yang bernaung di bawah kepengurusan LDII Jatim juga memasang bendera dan baliho besar di tepi jalan depan masjid (3/8/17) sebagai wujud syukur pada pejuang atas pengorbanannya untuk merebut dan mempertahankan kemerdekaan, karena untuk bisa melaksanakan ibadah kepada Alloh SWT dengan nyaman butuh kondisi yang aman.

Miris rasanya saat hari kemerdekaan masih ada yang tidak memasang bendera merah putih. Padahal itu adalah sebagian kecil dari wujud syukur kita pada sang pejuang 45.

Saat ini semangat perjuangan 45 semakin luntur, banyak pemuda yang melupakan sejarah perjuangan rakyat Indonesia, lebih suka berfoya-foya dan berhura-hura. Kini saatnya dikobarkan lagi semangat 45 pada insan muda. (yus)

SUDAH TAWADU' KAH KITA?

LDII Ngaresrejo - Tawadu' adalah watak asli yg harus ada di diri orang Islam yaitu watak rendah diri (low profile) dan tidak sombong. Islam mengajak dan mengajarkan watak Tawadu' ini kepada siapa saja semua manusia.

Apa itu watak Tawadu' ? dijelaskan oleh ulama' muslim bernama al-jahidh sbb:

(ترك التَّرؤس، وإظهار الخمول، وكراهية التَّعظيم، والزِّيادة في الإكرام، وأن يتجنَّب الإنسان المباهاة بما فيه مِن الفضائل، والمفاخرة بالجاه والمال، وأن يتحرَّز مِن الإعجاب والكِبْر)

تهذيب الأخلاق الجاحض

Tawadhu' adalah:
 
  • Meninggalkan bergaya pemimpin (angkuh dan kurang peduli dengan yang dipimpin)
  • Menunjukkan diri sebagai orang lemah atau tidak dikenal. ( Low Profile)
  • Tidak senang diagungkan dan dihormati berlebihan. (Tidak begitu menceritakan hal-hal baik yang sudah dilakukan)
  • Menghindari membanggakan sesuatu (dalam dirinya) yang ada keutamaannya. 
  • Tidak membanggakan kedudukan dan hartanya.- menghindari ujub (Pamer) dan sombong.

Dandim Sidoarjo: TAK ADA JARAK TNI-LDII, NKRI HARGA MATI

Letkol Kav Rizeki Indra Wijaya, S.Sos
LDII NGARESREJO - Ada pesan khusus yang disampaikan oleh Dandim (Komandan Kodim) 0816 Sidoarjo, Letkol Kav Rizeki Indra Wijaya, S.Sos pada Musda (Musyawarah Daerah) VIII DPD (Dewan Pimpinan Daerah) LDII (Lembaga Dakwah Islam Indonesia) Kabupaten Sidoarjo di Sruni, Kec. Gedangan, Minggu (18/10/2015) lalu.  Pesannya: NKRI harga mati.

Musda VIII LDII Kabupaten Sidoarjo di Aula Al Barokah, Pondok Sruni, Kec. Gedangan, dihadiri secara khusus oleh Dandim 0816 Sidoarjo Letkol Kav Rizeki Indra Wijaya, S.Sos, Minggu (18/10/2015). Bahkan, orang nomor satu di lingkungan TNI se-Kabupaten Sidoarjo itu menyatakan, mempunyai kesan baik yang mendalam terhadap LDII. Oleh sebab itu, Dandim menyampaikan beberapa hal khusus kepada ormas Islam yang satu ini.

“Saya merasa mendapat kehormatan khusus diundang pada acara Musda VIII DPD LDII Kabupaten Sidoarjo. Sesuai dengan tema ‘Meningkatkan SDM Profesional Raligius Menyongsong MEA Menuju Sidoarjo Semakin Sejahtera dalam Bingkai NKRI’ yang diangkat oleh LDII, saya mengajak kepada LDII untuk ikut memberikan kontribusi dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Pertanyaan saya, mau dibawa kemana Sidoarjo dan NKRI ke depan,”ujarnya.

Pada kesempatan tersebut, Letkol Kav Rizeki Indra Wijaya menyampaikan banyak hal tentang wawasan kebangsaan dan bela negara. Menurutnya, harapan TNI kepada seluruh komponen masyarakat harus maksimal ikut menjaga keutuhan dan kedaulatan NKRI. “LDII itu mewakili ormas Islam. Dengan ilmu agama Islam, orang memperoleh apa yang boleh atau tidak boleh menurut agama. Jika ilmu Islam ini dipadukan dengan Wawasan Kebangsaan, maka arahnya yang kita tuju adalah Pancasila. Ke depannya dengan Konsep Bela Negara,”jelas perwira menengah TNI ini.

Dandim 0816 Sidoarjo menyebutkan, pemerintah kali ini sedang melaksanakan pelatihan-pelatihan  Bela Negara. Sebagaimana pernah disampaikan oleh Presiden RI, Ir. H. Joko Widodo dan Menhankam (Menteri Pertahanan dan Keamanan) Jenderal Purn TNI Ryamizard Ryacudu. Dengan supervisi yang dilaksanakan secara terprogram dan bertahap.
Dandim 0816 Letkol Kav Rizeki Indra Wijaya, S.Sos

“Hilangkan adanya militerisme negara. Bela Negara itu bukan Wamil (Wajib Militer). Ini semua dilakukan untuk mengantisipasi adanya intelejen-intelejen luar negeri yang masuk ke Indonesia. Juga, untuk mengantisipasi pengaruh penggunaan gadget. Karena itu, cinta bangsa dan tanah air (nasionalisme dan patriotisme) serta semangat kebangsaan harus disiapkan dengan baik,”jelas pria kelahiran Banda Aceh tahun 1976 itu.


Letkol Rizeki Indra Wijaya menilai, langkah pemerintah sudah betul (tepat) dengan mengadakan pelatihan Bela Negara bagi warga negaranya. Tidak seperti negara lain yang mengadakan Wamil. Jika kader-kader Bela Negara ini sudah cukup secara kuantitas dan kualitas, tentu penyusup atau intelejen luar negeri akan berpikir 1.000 kali untuk masuk ke Indonesia.


“Jika sudah demikian militer dan sipil menjadi satu. Saling bersinergi, bekerja sama dengan baik. Ibaratnya seperti air dan ikan. Kalau ini terwujud, tidak akan ada teror yang terjadi di Indonesia,”ujar pria berdarah Banyumas dan Aceh ini.


Selanjutnya, Dandim 0816 Sidoarjo mengingatkan untuk mewaspadai munculnya PKI (Partai Komunis Indonesia) Gaya Baru. Oleh karena itu, harus ada komitmen bersama, bahwa untuk selamanya PKI dilarang ada di bumi Indonesia sampai kapan pun.


“Dalam kondisi ini, diperlukan peran Kodim dan Koramil. Setingnya sudah seperti menghadapi pertempuran atau perang. Babinsa (bintara pembina desa) harus dekat dengan masyarakat. Sebab, ibaratnya: jarum jatuh pun harus didengar oleh Panglima TNI. Ini akan sangat terasa di daerah konflik. Karena itu, binter (pembinaan teritorial) sangatlah penting,”jelasnya.


Belakangan ini menurut Letkol Rizeki Indra Wijaya, TNI pun ikut melaksanakan pendampingan di bidang pertanian. Mengingat, sebelumnya ditemukan beberapa masalah yang dialami oleh para petani, namun tak kunjung mendapatkan solusi. Seperti masalah ketersediaan bibit tanaman dan pupuk, yang ditengarai dipermainkan oleh para spekulan. “Ini termasuk perintah atasan, perintah Panglima TNI. Prajurit siap turun ke sawah membantu para petani,”ujar bapak dua anak tersebut.


Terkait dengan Pilkada (Pemilu Kepala Daerah) Serentak pada tanggal 9 Desember 2015, Dandim 0816 Sidoarjo berpesan, hindari perpecahan dalam Pilkada. Dengan menghindari terjadinya politisasi. Jangan sampai Sidoarjo yang sudah kondusif ternodai gara-gara kepentingan politik. “Jaga stabilitas Sidoarjo. Pilkada tersebut, apa pun hasilnya untuk kepentingan 5 tahun mendatang,”kata perwira yang pernah berdinas di Kostrad selama 9 tahun ini.


Dengan sedikit bergurau, Letkol Kav Rizeki Indra Wijaya menyampaikan bahwa TNI dan LDII sama-sama berseragam hijau. Memang, ketika itu seluruh pengurus LDII Sidoarjo yang hadir mengenakan seragam jas hijau. “TNI dan LDII harus guyub rukun, penuh kekeluargaan. Tidak ada jarak antara TNI dan LDII. Kita harus saling membantu,”ujarnya.


Setelah tampil memberikan materi Wawasan Kebangsaan dan Bela Negara, Dandim 0816 Sidoarjo menerima cindera mata dari Ketua DPD LDII Kabupaten Sidoarjo, Ir. H. Ronny Romandhawira, MM. “LDII siap bekerja sama dengan TNI mempertahankan NKRI. Tolak komunisme. LDII siap untuk ikut bela negara,”ujar Ronny Romandhawira sembari mengajak Letkol Rizeki Indra Wijaya untuk ikut menandatangani dukungan Pilkada damai dan bermartabat.


Sementara itu, Ketua DPW LDII Provinsi Jawa Timur, Drs. Ec. Amien Adhy menyebutkan, selama ini antara TNI dan LDII sudah terjalin kerjasama dalam pelatihan Bela Negara. Belum lama ini, sudah dilaksanakan pelatihan Bela Negara yang diikuti 200 orang peserta pemuda LDII Surabaya dan Sidoarjo di Batalyon Arhanudse Gedangan, Sidoarjo. “Bagi LDII, NKRI harga mati,”ujarnya. (kus/yus)

Berita Terbaru



Berita Terbaru
SME ASEAN Fokus Pemanfaatan Internet Untuk UKM
10/18/2015 1:12:02 PM
menkoinfo ldii
Jakarta (14/10). Panitia Small Medium Entreprise Partnership (SME) dari DPP LDII terus mensosialisasikan dan menemui narasumber perhelatan SME ASEAN. DPP LDII menemui Menteri Komunikasi dan Informatika Rudi Antara. Pertemuan tersebut membahas pentingnya internet dalam bisnis Usaha Kecil Menengah.

LDII Jaktim Komitmen Suplai Informasi "Sehat"
10/13/2015 9:09:59 AM
ldii jurnalistik
Jakarta (10/10). Smartphone atau ponsel cerdas mendorong terbentuknya masyarakat digital. Selain mendorong terbentuknya masyarakat cerdas, ponsel cerdas juga menciptakan masyarakat yang gemar pamer, bergunjing, bahkan menyebarkan informasi tanpa sumber yang akurat.

DPP LDII Sosialisasikan Pilkada Serentak
10/10/2015 5:01:11 AM
dpw ldii provinsi lampung
Bandar Lampung (7/10) DPW LDII Provinsi Lampung mendapatkan kunjungan kerja dari DPP LDII terkait proses berdemokrasi. Hal ini demi mensukseskan pilkada serentak yang akan segera dilaksanakan pada Desember 2015.

HUT TNI, LDII: TNI Jangkar Pemersatu Indonesia
10/6/2015 2:26:46 AM
pangdam VII wirabuana ldii

MAKASSAR – Tentara Nasional Indonesia (TNI) adalah jangkar pemersatu bangsa ditengah mozaik kemajemukan bangsa. Terkait peran strategis TNI, Ketua Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Sulawesi Selatan Hidayat Nahwi Rasul berpendapat, TNI berperan menjaga kedaulatan bangsa untuk mencapai cita-cita konstitusional yang tertera dalam UUD 1945.

Aksi Sosial Dengan Donor Darah
10/5/2015 2:49:27 AM
donor darah
Jakarta (4/10) Mendonorkan darah dapat menurunkan resiko penyakit jantung. Pasalnya kadar zat besi yang tinggi dalam darah, akan membuat seseorang menjadi lebih rentan terhadap penyakit jantung.

Thank You for subscribing this feed. Please follow the link to confirm subscription Click here

LDII Sidoarjo Dukung Pilkada Damai Bermartabat

NGARESREJO.LDII.OR.ID - Ketua LDII Kabupaten Sidoarjo, Rony Romandhawira mengatakan, kami tetap netral dan tidak mendukung salah satu pasangan calon yang akan bertarung pada pemilihan kepala daerah di Kabupaten Sidoarjo.

 

Pihaknya akan menginstruksikan kepada warga LDII di Kabupaten Sidoarjo supaya tetap menggunakan hak suaranya pada pemilihan kepala daerah mendatang.

"Kami akan menginstruksikan kepada seluruh warga LDII untuk menggunakan hak pilihnya dan tidak 'golput' pada pemilihan kepala daerah nanti," katanya usai pembukaan Musyawarah Daerah LDII Kabupaten Sidoarjo, di Sruni, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur.

Ia mengemukakan, meskipun ada seruan untuk tetap menggunakan hak pilihnya, dirinya tetap pada pendirian yakni netral dalam pemilihan kepala daerah mendatang.




 

Hal ini disampaikan saat melaksanakan MUSDA (Musyawarah Daerah) VIII DPD LDII Kabupaten Sidoarjo (18/10/15) di Gedung Barokah Sruni Sidoarjo yang telah memilih kembali Rony Romandhawira menjadi ketua DPD LDII Sidoarjo periode 2015-2010.

Menurutnya, siapapun calon yang nantinya jadi menjadi Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Sidoarjo, LDII siap untuk mendukung secara penuh demi kemajuan Kabupaten Sidoarjo.

"Kami siap mendukung dan bersama-sama untuk menyukseskan Sidoarjo yang aman, lancar, sejahtera dan juga barokah," katanya.

Dengan melakukan tanda tangan dukungan diatas kanvas selebar 3 meter yang dilakukan oleh pengurus DPD, Ketua Kecamatan dan desa LDII se  Sidoarjo juga Bupati, Dandim Ketua MU dan lainnya, Rony berharap pada pelaksanaan pemilihan kepala daerah nanti bisa terwujud suasana yang sejuk damai dan juga berwibawah (Yus)


Barokalloh, Pernikahan Anggota Tim ICT LDII Sidoarjo

Telah menikah, mitraku, sahabatku, temanku, saudaraku:

Riska Irfianti
(Tim ICT DPD LDII Sidoarjo)

dengan

Edin Andrias Putro, S.ST
(Tim ICT DPD LDII Sidoarjo) 

pada 
Sabtu Pahing, 10 Oktober 2015
di Dusun Jrebeng Desa Sidomulyo 
Kec. Krian Kab. Sidoarjo

Alhamdulillaah Jazakallohu khoiro, karena telah mengispirasi kami, bahwa pernikahan yang barokah bisa juga lewat sebuah tim yang telah kita bangun bersama, 
TIM ICT DPD LDII Sidorjo. 

Kalian, pasangan yang serasi diantara 30-an anggota tim ICT yang aktif mengisi web kita, ldii-sidoarjo.org dan siduta.com

Selamat menempuh hidup baru, semoga kalian senantiasa menjadi keluarga sakinah mawadah warohmah, dikaruniai keturunan yang shaleh serta shalehah.

Dimurahkan rezki yang melimpah serta berkah, dilindungi dari segala hal buruk dan berbagai macam musibah, semakin ditebalkan iman dan diberikan selalu kehidupan yang indah.

Hari-hari kalian senantiasa damai dan penuh bahagia, setiap amal yang kalian kerjakan menjadi ibadah, apapun yang dilakukan selalu dalam jalan yang diridhoiNya, dan apapun yang kalian hajatkan semakin didengar olehNya dan ter’ijabah.


Purnama tersenyum ramah
Bintangpun tak mau mengalah
Dihiasi sekuntum bunga yang merekah
Mengiringi do’aku yang indah

Untuk kalian yang baru menikah
Senantiasa menjadi saksi kalian yang akan menempuh hidup baru
Menuju kehidupan yang lebih syahdu

Merajut cinta dan kasih
Menggapai asa dan mimpi
Dibawah naungan suci
Yang dibalut kebahagiaan sejati


SELAMAT MENEMPUH HIDUP BARU KAWAN

salam
Sahabatmu semua
TIM ICT DPD LDII Sidoarjo

Top