ads

-

Slider[Style1]

Style2

Style3[OneLeft]

Style3[OneRight]

Style4

Style5

Wapres Jusuf Kalla. foto: Tempo
LDII | PAC Ngaresrejo - Konggres Umat Islam (KUI) ke-VI di Aula Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat, Yogyakarta, Senin (9/2/2015) dibuka oleh Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK).
 
JK hadir sekira pukul 10.00 WIB itu disambut sejumlah pejabat tinggi seperti Ketua MUI Din Syamsuddin, Menteri Agama Lukman Hakim Saifudin, Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa,  Ketua Tim Sembilan Ahmad Syafi'i Ma'arif, hingga Gubernur DIY sekaligus Raja Kraton Yogyakarta Sri Sultan Hamengkubuwono X.

Hadir juga ketua umum LDII Prof. DR. H. Abdullah Syam dan beberapa Dubes negara sahabat yang ada di Indonesia serta kehadiran 42 kasultanan se-Nusantara sebagai peserta kongres.

"Kenapa kongres ke-VI ini di Yogya, karena Yogyakarta memiliki historis dan momumental Umat Islam pertama pada tahun 1938," kata Din Syamsuddin dalam sambutannya.

Kongres Umat Islam Indonesia VI akan digelar pada Februari 2015 ini dengan tema Penguatan Peran Politik, Ekonomi, dan Sosial Budaya Umat Islam untuk Indonesia yang Berkeadilan dan Berperadaban". 
 
Din menyebut, Kongres Lima Tahunan itu sempat vakum usai kongres ke dua pada 1945. Kongres ketiga baru dimulai kembali sejak reformasi 1998 silam, sedangkan Kongres ke empat dan lima juga dilakukan di Jakarta.

"Agenda lima tahunan ini menjadi ajang silaturahmi para ulama dan seluruh elemen umat Islam, ini juga merupakan tuntutan zaman. Tokoh umat Islam harus bersama pemerintah dan mengawal NKRI demi kemajuan bangsa," jelasnya.

Dia juga memberikan apresiasi pada Wapres JK yang menyempatkan hadir dalam kesempatan ini di tengah kesibukannya. "Sebenarnya Bapak Jusuf Kalla ini kita undang dalam dua kesempatan, pertama sebagai Wapres dan yang kedua sebagai peserta Kongres," katanya.

Sebagai peserta kongres, kata Din, JK berperan sebagai Ketua Dewan Masjid Indonesia. "Selain menjabat sebagai Wakil Presiden, Beliau Bapak Jusuf Kalla ini masih merupakan Ketua Dewan Masjid Indonesia," jelasnya.

Din juga menyebut, kehadiran Mensos Khofifah selain sebagai menteri, dia juga merupakan peserta kongres mewakili BP NU. Dia berharap kongres ini akan menelurkan konsep bagi pemerintah dan negara. 


Sebelum KUI ini digelar, LDII menggelar Focus Group Discussion (FGD), pada 5 Februari 2015. LDII mengundang KH Adnan Harahap Ketua Komisi Ukhuwah Islamiyah MUI Pusat, Ust. Asrori S Karni dari Komisi Media dan Komunikasi MUI Pusat, Ust. Iing Solihin dari MUI Pusat, dan Ketua Bahtsul Masail KH Arwani Feisol sebagai pembicara untuk merumuskan berbagai persoalan dan solusi, yang akan disampaikan dalam KUII ke-6

Karena bagi LDII, KUI ke-6 memiliki nilai yang sangat strategis, bagi bangsa Indonesia sendiri maupun internasional. (istimewa)

About Al Qowiyyi

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.
«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar:

Post a Comment


Top